Proses Perkembangan dan Hubungannya dengan Proses Belajar

MAKALAH

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Proses Perkembangan dan Hubungannya dengan Proses Belajar

Disusun Oleh :

    Arsih

    Asep Sunardi

      Sugiarti

      Zuhrotun

 

Di Bawah Bimbingan :

Drs. H. M. Ramlin S, MM

 

Jurusan Pendidikan Agama Islam

Sekolah Tinggi Agama Islam Haji Agus Salim Cikarang

Sekretariat :

Jl. Urip Sumohardjo Kali Ulu RT. 003/001 Desa Tanjungsari Kecamatan Cikarang Utara  17530 Kabupaten Bekasi

 

1432 H / 2013 M

 

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikumWr. Wb

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan rahmat-Nya kami dapat menyusun makalah  Psikologi Pendidikan.

Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Besar kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umatnya menuju jalan yang diridhoi Allah SWT.

Selanjutnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen bidang studi Psikologi Pendidikan yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Juga kami ucapkan banyak terima kasih pula kepada teman – teman yang telah ikut membantu dalam penulisan makalah ini.

Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun, umumnya bagi pembaca. Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami butuhkan guna menyempurnakan makalah – makalah kami selanjutnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

Cikarang, 10 April 2013

Penyusun

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Belajar merupakan suatu aktifitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan dalam diri seorang anak, baik dalam pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu relatif konstan dan terbatas. Perumusan itu berlaku bagi segala macam kegiatan belajar dan tidak terbatas pada salah satu bentuk tertentu. Setiap kegiatan belajar akan menghasilkan suatu perubahan pada anak.

Terjadinya perubahan tersebut karena adanya pertumbuhan dan perkembangan. Untuk itulah kami membuat makalah yang berjudul “pertumbuhan dan perkembangan dalam belajar anak”.

1.2  Rumusan Masalah

Adapun masalah yang telah kami rumuskan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud dengan perkembangan dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhinya?
  2. Ada berapakah macam-maacam perkembangan psiko-fisik pada siswa?
  3. Apa yang di maksud hukum dalam perkembangan?
  4. Apa arti penting perkembangan kognitif bagi siswa?

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui :

  1. Perkembangan dan faktor yang dapat mempengaruhinya
  2. Perkembangan psiko-fisik pada siswa
  3. Hukum dalam perkembangan
  4. Penting perkembangan kognitif bagi siswa

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 DEFINISI PERKEMBANGAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

2.1.1 Definisi Perkembangan

Perkembangan  ( development ) adalah proses atau tahapan pertumbuhan kea rah yang lebih maju. Pertumbuhan sendiri ( growth) berarti tahapan peningkatan sesuatau dalam hal jumlah, ukuran, dan arti pentingnya. Pertumbuhan juga dapat berarti sebuah tahapan perkembangan ( a stage of development ) ( McLeod, 1989 ).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1991 ), “ perkembangan ” adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata “berkembang” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti terbuka atau membentang ; menjadi besar , luas,  dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna  dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian, kata “berkembang” tidak saja meliputi aspek yang bersifat abstrak seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek yang bersifat konkret.

Dalam Dictionary of Psychology ( 1972) dan The Penguin Dictionary of Psychology ( 1988 ) arti perkembangan pada prinsipnya adalah tahapan – tahapan perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organism lainnya, tanpa membedakan aspek – aspek yang terdapat dalam diri organisme – organisme tersebut.

Selanjutnya, Dictionary of Psychology di atas secara lebih luas merinci pengertian perkembangan manusia sebagai berikut.

  1. The progressive and continous change in the organism birth to death, perkembangan itu merupakan perubahan yang progresif dan terus – menerus dalam diri organisme sejak lahir hingga mati.
  2. Growth, perkembangan itu berarti perubahan.
  3. Change in the shape and integration of bodily parts into functional parts, perkembangan berarti perubahan dalam bentuk dan penyatuan bagian – bagian yang bersifat jasmaniah di dalam bagian – bagian yang fungsional.
  4. Maturation or the appearance of fundamental pattern of unlearned behavior, perkembangan itu adalah kematangan atau kemunculan pola – pola dasar tingkah laku yang bukan hasil belajar.

Berdasarkan uraian di atas, penyusun menyimpulkan bahwa perkembangan adalah rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju kearah yang lebih maju dan sempurna.

Pertumbuhan berarti perubahan kuantitatif yang mengacu pada jumlah. Dengan kata lain, pertumbuhan berarti kenaikan dan penambahan ukuran yang berangsur – angsur seperti badan yang menjadi besar dan tegap, juga kaki dan tangan yang semakin  panjang.

2.1.2 Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan

Untuk lebih jelasnya, berikut ini penyusun paparkan aliran – aliran yang berhubungan dengan faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan siswa.

  1. 1.      Aliran Nativisme

Para ahli menganut aliran ini berkenyakinan bahwa perkembangan manusia itu di tentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa – apa. Sebagai contoh, jika sepasang orang tua ahli musik, maka anak – anak yang mereka lahirkan akan menjadi pemusik pula. Harimau pun akan melahirkan harimau, tak akan pernah melahirkan domba. Jadi pembawaan dan bakat orangtua selalu berpengaruh mutlak terhadap perkembangan anak –anaknya.

  1. 2.      Aliran Empirisisme

Doktrin aliran empirisime yang amat mahsyur adalah “tabula rasa”, sebuah istilah bahasa latin yang berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong (blank slate/blank tablet). Doktrin tabula rasa menekankan arti penting pengalaman, lingkungan, dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata – mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya. Dalam hal ini, para penganut empirisime menganggap setiap anak lahir seperti tabula rasa, dalam keadaan kosong, tak punya kemampuan dan bakat apa – apa.

Jika seorang siswa memperoleh kesempatan yang memadai untuk mempelajari ilmu politik, tentu kelak ia akan menjadi seorang politisi. Karena ia memilki pengalaman belajar dibidang politik, ia tak akan pernah menjadi pemusik, walaupun orang tuanya seorang pemusik sejati. Memang amat sukar dipungkiri bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang  besar terhadap proses perkembangan dan masa depan siswa. Dalam hal ini, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar telah terbukti menentukan tinggi rendahnya mutu prilaku dan masa depan siswa.

  1. 3.      Aliran Konvergensi

Aliran konvergensi (convergence) merupakan gabungan antara aliran empirisime dengan aliran nativisme. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas ( pembawaan ) dengan lingkuanga sebagai faktor – faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Faktor pembawaan tidak berarti apa-apa jika tanpa faktor pengalaman. Demikian pula sebaliknya, faktor pengalaman tanpa faktor pembawaan tak akan mampu mengembangkan manusia yang sesuai dengan harapan.

Sebagai contoh. Seorang anak yang normal pasti memiliki bakat untuk berdiri tegak diatas kedua kakinya. Tetapi apabila anak tersebut tidak hidup dilingkungan masyarakat manusia, misalnya kalau dia dibuang ke tengah hutan belantara tinggal bersama hewan, maka bakat yang ia miliki secara turun-temurun dari orangtuanya itu, akan sulit diwujudkan. Jika anak tersebut diasuh oleh sekelompok serigala, tentu ia akan berjalan diatas kedua tangan dan kakinya. Dia akan merangkak seperti serigala pula. Jadi, bakat dan pembawaan dalam hal ini jelas tidak ada pengaruhnya apabila lingkuangan atau pengalaman tidak mengembangkannya.

Faktor yang mempengaruhi tinggi-rendahnya mutu hasil perkembangan siswa pada dasarnya terdiri atas dua macam.

  1. Faktor Intern, yaitu yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri.
  2. Faktor Eksternal, yaitu hal-hal yang datang atau ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan lingkungan.

2.2 PERKEMBANGAN PSIKO-FISIK DAN HUKUM PERKEMBANGAN

2.2.1 Perkembangan Psiko-Fisik Siswa

  1. 1.      Perkembangan Fisik (Motor) Siswa

Perkembangan fisik ditunjukkan dengan adanya perubahan kuatitatif pada struktur tulang –belulang, indeks tinggi dan berat badan.

  1. Tulang – belulang pada masa bayi berjumlah 27 yang masih lentur, berpori dan persambungannya longgar ; pada awal masa remaja menjadi 350 ( proses diferensiasi fungsi) dan pada masa usia menjelang dewasa menjadi 200 integrasi, persenyawaan dan pergeseran ( Crow & Crow 1956 : 36 );
  2. Berat badan tinggi badan pada waktu lahir umumnya sekitar 3 – 4 Kg dan 0 – 60 Cm, masa kanak-kanak sekitar 12 – 1 Kg dan 90 – 120 Cm, pada awal masa remaja sekitar 30 – 40 Kg dan 140 – 160 Cm, selanjutnya kepesatan berubahan berkurang, bahkan menjadi mapan.
  1. 2.      Perkembangan Bahasa Siswa

Kemampuan berbahasalah yang membedakan manusia dengan hewan. Dengan bahasanyalah manusia.

  1. Mengkodifikasikan, mencatat, dan menyimpan berbagai hasil pengalaman pengamatan (observasi) – nya berupa kesan dan tanggapan (persepsi), informasi, fakta, dan data, konsep atau pengertian (concept and ideas), dalil atau kaidah atau hokum (principles) sampai kepada bentuk ilmu pengetahuan.
  2. Mentransformasikan dan mengolah bervagai bentuk informasu tersebut diatas melalui proses berfikir dan dengan mempergunakan kaidah-kaidah logika.
  3. Mengkoordinasikan dan mengekspresikan cita-cita, sikap, penilaian dan penghayatan.
  4. Mengkomunikasikan (menyimpan dan menerima) berbagi informasi, buah pikiran, opini, sikap, penilaian, aspirasi, kehendak, dan rencana kepada orang lain.
  1. 3.      Perkembangan Kognitif Siswa

Istilah cognitive berasal dari kata cognition yang berarti mengetahui. Dalam arti luas cognition (kognisi) ialah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan.

Seorang pakar terkemuka dalam disiplin psikologi kognotif dan psikologi anak, Jean Piaget yang mengklasifikasikan perkembangan kognitif anak menjadi empat tahapan yaitu :

Tabel 1

Tahapan Perkembangan Kognitif Anak

No. Tahap Perkemabangan Kognitif Usia Perkembangan Kognitif
1. Sensory-motor (Sensori-motor) 0 sampai 2 tahun
2. Preoperational (Preoperasional) 2 sampai 7 tahun
3. Concrete-operational (Konkret operasional) 7 sampai 11 tahun
4. Formal-operational (Formal Operasional) 11 sampai 15 tahun
  1. 4.      Perkembangan Prilaku Sosial, Moralitas, dan Keagamaan

1)      Perkembangan Prilaku Sosial

Secara potensial (fitrah) manusia dilahirkan sebagai makhluk social (zoon politicon), kata Plato.

2)      Perkembangan Moralitas

Secara individu menyadari bahwa ia merupakan bagian anggota dari kelompoknya, secepat itu pula individu menyadari bahwa terdapat aturan-aturan prilaku yang boleh, harus atau terlarang melakukannya. Proses penyadaran tersebut berangsur tumbuh melalui interaksi dengan lingkungannya dimna ia mungkin mendapat larangan, suruhan, pembenaran atau persetujuan, kecaman atau celaan, atau merasakan akibat – akibat tertentu yang mungkin menyenangkan atau memuaskan mungkin pula mengecewakan dari perbuatan –  perbuatan yang dilakukannya.

3)      Perkembangan Penghayatan Keagamaan

Dengan kehalusan perasaan (fungsi – fungsi efektifnya disertai kejernihan akal budi (fungsi – fungsi konatif)- nya, pada saat tertentu, seseorang setidak – tidaknya pasti mengalami, mempercayai, bahkan menyakini dan menerimanya tanpa keraguan ( mungkin pula masih dengan keraguan), bahwa diluar dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha agung yang melebihi apa pun termasuk dirinya.

2.2.2        Hukum Perkembangan

Pengertian hukum dalam perkembangan sudah tentu berbeda dengan hukum dalam  dunia peradilan atau peraturan konstitusional. Hukum dalam pembahasan ini berarti kaidah atau patokan mengenai terjadinya peristiwa tertentu.secara spesifik,hukum perkembangan dapat diartikan sebagai “kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan”. Dapat juga dikatakan, hukum perkembangan adalah patokan generalisasi, mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manusia.

  1. Hukum Konvergensi

Perkembangan manusia pada dasarnya tida hanya di pengaruhi oleh factor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan pendidikan. Hal ini berarti masa depan kehidupan manusia, tak terkecuali para siswa, bergantung pada potensi pembawaan yang mereka warisi dari orangtua pada proses pematangan, dan pada proses pendidikan yang mereka alami. Seberapa jauh perbedaan pengaruh antara pembawaan dengan lingkungan, bergantung pada besar kecilnya efek lingkungan yang di alami siswa.

  1. 2.      Hukum Perkembangan Dan Pengembangan Diri

Pada anak balita, wujud pertahanan diri itu berupa tangisan ketika lapar, atau teriakan yang disertai pelemparan batu ketika mendapat gangguan hewan atau orang yang ada disekelilingnya. Dari usaha mempertahankan diri ini, berlanjut menjadi usaha untuk mengembangkan diri. Naluri pengembangan diri pada anak, antara lain memanifestasikan dalam bentuk bermain untuk mengetahui yang ada di sekelilingnya. Selanjutnya, pada anak –anak biasanya tampak keingintahuannya terhadap sesuatu itu berkali – kali. Alhasil, manusia berkembang karena adanya insting atau naluri pembawaan sejak lahir yang menuntutnya untuk bertahan dan mengembangkan diri di muka bumi ini.

  1. 3.      Hukum Masa Peka

Peka artinya mudah terangsang atau mudah menerima stimulus. Masa peka adalah masa yang tepat yang terdapat pada diri anak untuk mengermbangkan fungsi-fungsi tertentu, seperti fungsi mulut untuk berbicara dan membaca, fungsi tangan untuk menulis, dan sebagainya. Masa “ mudah dirangsang “ ini sangat menentukan cepat dan lambatnya siswa dalam menerima pelajaran. Artinya, jika seorang siswa belum sampai pada masa pekanya untuk mempelajari suatu materi pelajaran, materi pelajaran tersebut akan sangat sulit diserap dan diolah oleh system memorinya.

  1. 4.      Hukum Keperluan Belajar

Keperluan belajar bagi proses perkembangan, terutama perkembangan fungsi-fungsi psikis tak dapat kita ingkari, meskipun kebanyakan ahli tidak menyebutnya secara eksplisit. Bahkan, kemampuan berjalan yang secara lahiriah dapat diperkirakan akan muncul dengan sendirinya ternyata masih juga memerlukan belajar, meskipun sekedar mengfungsikan organ kaki anak yang sebenarnya berpotensi untuk bias berjalan sendiri itu.

  1. 5.      Hukum Kesatuan Anggota Badan

Proses perkembangan fungsi-fungsi organ jasmaniah tidak terjadi tanpa diiringi proses perkrmbangan fungsi-fungsi rohaniah. Dengan demikian suatu tahapan perkembangan tidak terlepas dari tahapan perkembangan lainnya. Jadi, perkembangan panca indera misalnya, tidak terlepas dari perkembangan kemampuan mendengar, melihat, berbicara, dan merasa. Selanjutnya kemampuan-kemampuan ini juga tidak terlepas dari perkembangan berpikir, bersikap, dan berperasaan.

  1. 6.      Hukum Tempo Perkembangan

Lambat atau cepatnya proses perkembangan seseorang tidak sama dengan orang lain. Dengan kata lain, setiap orang memiliki tempo perkembangan masing-masing. Tempo-tempo perkembangan manusia umunya terbagi dalam kategori : cepat, sedang, dan lambat. Tempo perkembangan yang terlalu cepat atau terlalu lambvat biasanya menjukkan kelainan yang relative sangat jarang terjadi.

  1. 7.      Hukum Irama Perkembangan

Disamping ada tempo, didalam perkembangan juga dikenal adanya irama atau naik-turunnya proses perkemabangan. Artinya, perkembangan manusia itu tidak tetap, terkadang naik terkadang turun. Pada suatu saat seorang anak mengalami perkembangan yangh tenang, sedangkan pada saat lain ia mengalami perkembangan yang menggoncangkan.

  1. 8.      Hukum Rekapitulasi

Hukum ini berasal dari teori rekapitulasi (recapitulation theory) yang berisi doktrin yang mengatakan bahwa perkembangan proses perkembangan individu manusia adalah sebuah mikrokosmik (dunia kehidupan kecil) yang mencerminkan evolusi kehidupan jenis makhluk hidup dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang paling kompleks. Ada dua aspek yang digambarkan oleh teori ini, yakni aspek psikis dan aspek fisik (Reber, 1988).

2.3 ARTI PENTING  PERKEMBANGAN KOGNITIF BAGI PROSES BELAJAR SISWA

Ranah psikologis siswa yang terpenting adalah ranah kognitif. Ranah kejiwaan yang berkedudukan pada otak ini, dalam perspektif psikologi kognitif adalah sumber sekaligus pengendali ranah-ranah kejiwaan lainnya, yakni ranah afektif, dan ranah psikomotor.

Tanpa ranah kognitif, sulit dibayangkan seorang siswa dapat berikir. Selanjutnya, tanpa kemampuan berfikir mustahil siswa tersebut dapat memahami da meyakini faidah materi-materi yang disajikan kepadanya. Tanpa berfikir pula sulit bagi siswa untuk menangkap pesan-pesan moral yang terkandung dalam materi pelajaranyang ia ikuti, termasuk pelajaran agama. Sedangkan fungsi afektif dan psikomotor seorang siswa dipandang sebagai buah-buah keberhasilan ataukegagalan perkembangan dan aktifitas fungsi kognitif.

2.3.1 Faidah Pengembangan Ranah Kognitif Siswa

1.      Mengembangkan Kecakapan Kognitif

Upaya pengembangan fungsi ranah kognitif akan berdampak positif bukan hanya terhadap ranah kognitif sendiri, melainkan juga terhadap ranah afektif dan psiko-motor. Sekurang-kurangnya ada dua macam kecakapan kognitif siswa yang sangat perlu dikembangkan khususnya oleh guru yakni :

a)      Strategi belajar memahami isi materi pelajaran

b)      Strategi meyakini arti penting isi materi pelajaran dan aplikasinya serta menyerap pesan-pesan moral yang terkandung dalam materi pelajaran tersebut.

Tanpa pengembangan dua macam kecakapan kognitif ini, siswa sulit diharapkan mampu mengembangkan ranah afektif dan psikomotornya sendiri.

2.      Mengembangkan Kecakapan Afektif

Keberhasilan pengembangan ranah kognitif tidak hanya akan mnghasilkan kecakapan kognitif, tetapi juga mnghasilkan kecakapan ranah afektif.

3.      Mengembangkan Kecakapan Psikomotor

Kecakapan psikomotor ialah segala amal jasmaniah yang konkret dan mudah diamati baik kuantitasnya maupun kualitasnya, karena sifatnya yang terbuka. Namun di samping kecakapan psikomotor itu tidak terlepas dari kecakapan kognitif ia juga banyak terikat oleh kecakapan afektif. Jadi, kecakapan psikomotor siswa merupakan manifestasi wawasan pengetahuan dan kesadaran serta sikap mentalnya.

 

 BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN

  1. Perkembangan adalah rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju kearah yang lebih maju dan sempurna.
  2. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
  • Faktor Intern, yaitu yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri.
  • Faktor Eksternal, yaitu hal-hal yang dating atau ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan lingkungan.
  1. Perkembangan Psiko-Fisik Siswa
  • Perkembangan Fisik
  • Perkembangan Bahasa
  • Perkembangan Kognitif
  • Perkembangan Prilaku Sosial, Moralitas, dan Keagamaan
  1. Hukum dalam pembahasan ini berarti kaidah atau patokan mengenai terjadinya peristiwa tertentu, seperti :
  • Hukum konvergensi
  • Hukum perkembangan dan pengembangan diri
  • Hukum masa peka
  • Hukum keperluan belajar
  • Hukum kesatuan anggota badan
  • Hukum tempo perkembangan
  • Hukum irama perkembangan
  • Hukum rekapitulasi
  1. Ranah psikologis siswa yang terpenting adalah ranah kognitif. Ranah kejiwaan yang berkedudukan pada otak ini, dalam perspektif psikologi kognitif adalah sumber sekaligus pengendali ranah-ranah kejiwaan lainnya, yakni ranah afektif, dan ranah psikomotor.

3.2  SARAN

Fenomena yang terjadi sehari-hari tentang  macam sifat anak-anak peserta didik yang beraneka ragam, maka dari itu mengingat petingnya mata kuliah ini diharapkan para pendidik harus bisa mempelajari sifat-sifat anak didik mereka, dan memantau perkembangan sejauh mana anak didiknya belajar di dalam kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosdakarya

Makmun, Abin Syamsuddin. 2004. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja    Rosdakarya

http://mahaperpus.blogspot.com/2011/12/perkembangan-peserta-didik-hubungannya.html

http://permanadotorg.wordpress.com/2011/09/20/proses-perkembangan-dan-hubungannya-dengan-proses-belajar/

One thought on “Proses Perkembangan dan Hubungannya dengan Proses Belajar

  1. kesimpulannya tidak tepat..mohon dikoreksi lagi..karena saudara mengkaji hubungan perkembangan dengan hasil belajar tapi di simpulan tidak ada dihubungkan dengan hasil belajar

    Suka

Berikan Komentar Anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s